terlalu mencintai kopi..satu cangkir..dua cangkir...tiga cangkir..stop!
Saturday, January 31, 2009
matanya yang terpejam dengan tenang..[part 2]
Thursday, January 29, 2009
matanya yang terpejam dengan tenang..
Sunday, January 25, 2009
menemani saja..
tadinya saya cuma mau lewat terus pergi lagi **sedang fokus dengan hal lain.
Dia misuh-misuh...sewot sendiri..terdorong dengarkan keluhannya **akhirnya tak jadi pergi.
"tampak ada sesuatu.."
**saya diam sambil senyum saja
"hayy..gimana dung?"
**saya senyum lagi saja
"bla..bla..bla"
**dia mengeluh lebih detil dari sebelumnya
...
...
**setelah panjang lebar
"gimana kalau memang nanti terjadi sesuatu?"
**kalimat ini disampaikan dengan suara parau, nada khawatir, & ekspresi sedih
"uhh..!!"
**Manyun dia. Saya diam melihat wajahnya sebentar, lalu buang pandangan kearah lain..tak tega
"ha ha ha "
**saya melucu saja ahh
"yukk cabut..!!"
"yukkk!!"
Dia berjalan didepan sambil bernyanyi-nyanyi kecil, tahu kok hatinya masih kesal..tapi dia sudah bisa tertawa
Dalam hati :
Saya memang tahu sesuatu, hanya tidak bisa mengatakannya. Saya sedikit khawatir, tapi cukup tahu tidak bisa melakukan banyak hal. Sementara masih ada 20 ribu lebih urusan dalam hidup saya yang belum diselesaikan
Yah mungkin besok, lusa atau entah kapan semua bisa jadi lebik baik, atau malah makin buruk .."menyakitkan" untuk orang ini, heumm..
Tapi toh hidup harus tetap berjalan kan sayang..?! ada beberapa hal yang memang tidak bisa kita hindari. Kalau memang hal terburuk itu terjadi, mau diapakan lagi..?!
Saya tahu bukan saatnya jadi pahlawan, karena bisa apa saya..??
**saya lihat lagi mukanya yang sedang tertawa, saya menarik nafas lega karena mengerti akan satu hal
"saya tidak bisa apa-apa, tapi kalau terjadi sesuatu..saya akan berusaha ada, setidaknya menemani sampai ia bisa tertawa lagi seperti itu...
mood
lupa
Wednesday, December 31, 2008
...
karena nyatanya semua nada yang dipercayakan padanya tak lagi menjadi pesan berharga.
**karya yang dibuat pakai hati akan selalu bernyawa**
Goresan dalam, dihati
punggung itu seolah mencibir merendahkan, sudah biasa
Ia berteriak lelah! seakan hati yang ini tidak merasa hal yang sama,
itupun terasa sudah biasa..
Namun
Ia yang menghindar seolah hati memang pantas mendapatkannya,
tak pernah terbiasa
Ia yang menutup pintu, seolah jiwa disini begitu salah & berdosa,
tak pernah terbiasa
untuk kesekian kali hati terusak kasar tanpa sempat ia terbela
dan kali ini entah mengapa hati diam, tiba-tiba berhenti
Saturday, December 27, 2008
Someday I'll be Saturday night
Tuesday, December 02, 2008
curhat
Seseorang bilang saya kurang giat, saya terkejut. Sedikit tidak sangka dia bilang begitu.."ohh yahh?!!". Hebatnya sisa ucapan dia berikutnya tidak lagi bikin saya kaget..tapi MARAH!!
Orang ini hebat, belum tahu apa-apa tentang saya sudah pandai menilai *hehehe. Kalau dia bilang saya kurang giat tak apa "terserah"!! saya juga tidak pernah ingin jadi orang sok sibuk, atau kalaupun saya sibuk tidak perlu juga pamer-pamer toh?!
Tapi selanjutnya dia seperti menekan saya untuk ikut mengurusi hidupnya, suruh saya cari uang yang banyak. Dengan gaya "sok paling benarnya" dia atur saya untuk melakukan ini itu, dan bagaimana saya harus perduli atau tidak usah perduli pada si ini atau si itu. Menilai saya, lingkungan, teman-teman saya, lalu mendikte masa lalu saya. Suruh saya untuk mengkhawatirkan hal-hal yang bukan "saya banget!!", sementara dia tanpa terlihat berusaha banyak terus saja mengeluh..mengeluh..dan terus mengeluh!!
APEUUU???!
*hey man! kita baru kenal 6 bulan, tahu apa kamu soal saya,hidup saya, & orang-orang terdekat saya ????
***sok tau!!!
tadinya saya pikir saya bisa percaya dia..tapi..
saya diam..
dia mau uang ??
OKE!!! akan saya kasih uang..
dan, saya tinggalkan dia hari itu juga....
uang soal gampang, yang sulit mendapat penghargaan & kepercayaan yang utuh
Tuesday, September 30, 2008
Sourire
lebaran euy..
Saturday, September 27, 2008
Pada suatu hari...
Wednesday, August 27, 2008
I’m going back to the start...
manusia memang tidak selalu tahu jalan lurus
"tolong jangan tinggalkan saya..."
I was just guessing
At numbers and figures
Pulling your puzzles apart
Questions of science
Science and progress
Do not speak as loud as my heart
Come tell me you love me
Come back and haunt me
All in a rush to the start
Nobody said it was easy
it's such a shame for us to part
Nobody said it was easy
No one ever said it would be so hard
I’m going back to the start...
Friday, August 08, 2008
melihat lagi
ohh iya itu dia kamu..saya hampir lupa sama kamu
Saya kira tidak ada lagi yang begitu penting, sampai akhirnya kita duduk dipinggir jalan yang nyaman, untuk bersama-sama menertawakan hidup, minum dua cangkir kopi buatan bapak warung, dan nikmati saja suasana malam semaunya, bicara soal rasa sakit yang lucunya bikin kita sadar rasanya “hidup”, dan lagi-lagi tertawa. Apa yang bisa saya bilang, tidak semua orang mau nongkrong di trotoar, tidak semua orang menikmati momen dengan cara yang sama. Saya juga hampir lupa ternyata beberapa waktu lalu kita cukup sering melakukannya, berbagi untuk menikmati momen. Adakalanya kita tidak saling bicara, mungkin karena sama-sama setuju bahwa diam kadang cara yang tepat untuk tenggelam menikmati sesuatu.
Hanya sedang teringat pada suatu hari saat kamu menjemput saya dari kantor, waktu itu kamu seperti dewa penyelamat membebaskan saya dari cekikan suasana kerja yang begitu memuakkan dimasanya. Selepas magrib,
Saya hanya hampir lupa bahwa kamu bisa diajak menikmati itu semua tanpa membuat saya merasa menjadi orang aneh. Beberapa waktu kebelakang saya meniadakan kamu, dan hanya melihat mu dari sudut mata orang lain pada umumnya. Karena itu kita tidak lagi menikmati banyak momen walau sering bertemu. Entah sejak kapan berhentinya mungkin sejak itu..sejak saya berpamitan karena tiba-tiba saja merasa riskan. Yahh saya sadar saya tak lagi memberi utuh seperti sebelumnya.
maaf..
Wednesday, July 30, 2008
Kesenangan
Kalau saya, punya kesenangan menikmati suasana sore, apalagi kalau udara lagi cerah dan ditemani secangkir kopi, wahh paling juara itu!
Senangnya masih punya kesempatan menikmati sore sesuka hati.
Tuesday, July 29, 2008
curhat si tikus kecil
kotor memang tapi setidaknya lebih aman ketimbang diluar sana..
setidaknya disini tidak ada yang mengganggu.
Ah manusia! mereka penuh asumsi, penuh tuntutan, penuh pembelaan, penuh curiga..
Mereka memusuhi saya si tikus jorok ini, kadang tanpa alasan jelas
mungkin hanya karena saya berkeliaran diselokan rumah-rumah mereka,
mungkin juga karena sering mengais-ngais tong sampah milik mereka walau untuk alasan mengisi perut.
Ahh manusia.. mereka dengan mudah menaruh curiga , kadang untuk sebuah kesalahan yang belum terbukti saya lakukan, seolah dunia yang indah diluar sana hanya milik mereka. .
Ahh manusia.. mereka paling hobi membuat standar sendiri...
Ahh manusia..padahal saya sama saja dengan kamu
sama-sama ingin hidup tenang ..
*begitu gumam si tikus kecil
Sunday, July 20, 2008
FRAME FOTO ; serpihan dalam kelakar yang tetap saja indah
Dihampiri..
Wajahnya sendu sekali, diambilnya gitar dan mulai bernyanyi--hemm lagu itu seharusnya gembira mengapa nadanya begitu sendu ?!
Bernyanyi lagu lain..! bukan lagunya hanya sebuah lagu orang lain, nadanya lembut..
terlalu lembut. Nuansa yang syahdu--ahh ia bernyanyi pakai hati
*hanya terkesima menatapnya dalam keheningan
kemudian..
lagu itu.. itu lagu yang saya cipta! nadanya gembira--ahh ia selalu bisa menyanyikannya dengan cara yang sama.
*merasa tersanjung
======
FRAME II (terpaksa)
Menghampiri..
Pintu terbuka..senyuman yang dipaksa menyambut
--saya menatap lekat-lekat
saya..yang hanya tertunduk diam..yang terpaksa menekan banyak keinginan. Tapi, tekat sudah bulat "terpaksa..terpaksa..terpaksa" kalimat yang berkali-kali hinggap dikepala.
Air matanya..
-Ohh tidaaakkkk
Tuhan.. sore ini matahari begitu indah tolong jangan biarkan saya melihat air mata, tidak hari ini.. jangan hari ini!!
...
...
*sesak
===========
FRAME III (percaya..)
Dihampiri..
Sebuah goresan yang indah. Saya membuka pintu lebih lebar agar bisa melihat lebih jelas.
sebuah senyuman manis menyambut --tertawa. Sebuah kalimat terdengar, seperti mengucap "saya percaya". "ha ha ha" saya membalasnya dengan tawa.
Berjanji untuk pertemuan esok sore--wahh..pasti akan menyenangkan
*tak sabar
+++++++++++
FRAME IV (dering..)
Dan sore itu..
Dering telepon! mengapa bunyinya jadi begitu mengganggu?? Dari pagi tadi.. ia berbunyi puluhan kali. Satu dering dengan sebuah ajakan, kesana atau kemari. Seharusnya menyenangkan, tapi..
--didalam sana ada satu perasaan mengganggu
"toloong.."
*saya butuh secangkir kopi
+++++++++
FRAME II (bingung)
kemana hilangnya FRAME V ?
*????
===========
--hanya diam
Menatap.. tatapan yang dalam--ahh itu perih. Saya mencari sesuatu, mencoba manariknya dalam pembahasan lain. Akhirnya tawa itu terdengar
namun sesaat hening lagi..
...
...
lama..
...
...
tiba-tiba sebuah senyum tulus menyungging..senyum penuh kepasrahan..
diikuti sebuah kalimat ; "kalau hari esok harus tak ada..tak apa! senang masih punya hari-hari kemarin..akan disimpan dengan baik!"
*saya beku
++++++++++
FRAME VI (pilihan)
Dihampiri..
Klakson mobil berbunyi dua kali "iya..iya saya datang"
--sial! perasaaan ini seharusnya senang. Tapi hari ini tidak begitu baik--manarik nafas *sudalahh saatnya bersenang-senang!! Teguran ramah, lumayan membuat hati sedikit tenang --mencoba meyakinkan diri. Lagi pula..sore ini begitu cerah tidak boleh disia-siakan!!
Dan mobilpun melaju..
>>
Namun mobil itu tidak pernah sampai ke tujuan..ia berbelok kearah lain, ketujuan yang lain.
Sebuah kalimat mengulang "sore ini begitu cerah tidak boleh disia-siakan!!"
Mobil itu kini berhenti disebuah tempat..berhenti hanya sebentar dan hanya satu orang yang turun dari sana.. yang kemudian berlari, menghampiri seraut wajah yang tak sabar dilihatnya ..
+++++++
FRAME V-II (sempurna)
Pintu terbuka
seraut wajah terkejut..menyambut dalam kebisuan
--menatapnya lekat-lekat, berkata
"mungkin esok memang tidak ada, tapi sore ini cerah sekali..mau menemani?"
--dibalas dengan diam..hanya diam..membuat putus asa
suasana kaku menyelimuti
tiba-tiba..
sebuah senyum terukir disana
**entah mengapa sebuah perasa hangat mengalir didalam sana
lega! betul-betul lega..
TAMAT
====================
sempurna = ikuti kata hati + pasrah + senyum tulus
Saturday, July 12, 2008
belum-belum saja
dimana ?? itu..dikepala saya jauh lebih rudet dari apa yang cuma bisa diterka
belum belum saja..kebiasaan! kalau begitu terus, lama-lama cuma jadi beban dia!
saya seperti mereka masih cinta saja sama Indonesia
belum-belum juga! makin rudet pikiran saya..
yang itu bukan lapisan saya..
Terus mau apa ?? belum-belum juga...!!!
yang ini lapisan saya..saya harus pulang..
terus mau apa ??
abis sakit lebih bayak jengahnya..banyak lupanya dari pada ingat segala...
jadi kerjakan saja...tak mau banyak pikir
Thursday, June 26, 2008
Peramal Charming ; Part 2
“ramal dong!”-- pinta saya penasaran
“Hehe..kamu ga suka diramal”--darimana dia tahu? ternyata dia bukan peramal kacangan. “suka kok”--saya ngeles.
“He he he”--ohh tidaaak! lagi-lagi dia kasih senyum manis itu.
“Kan bener lo lagi baca gue!!”-–dari pada salah tingkah mending saya protes.
“Ngga kok beneran!! emang kebaca gitu aja”
“kok bisa?”
“iya energi kamu besar”
“heh?”
“energi kamu menyenangkan, seger & hangat!”
“ohh yaa..?”
“iya makanya saya berani samperin..”
“ohh gitu??!
“trus saya suka mata kamu” tiba-tiba saja dia bilang begitu *orang gila memang dia!! saya tidak nyaman lagi nih jadinya (salah tingkah)
“masa?”--saya mencoba biasa
“haha iya! mata yang menyerap semuanya dengan dalam..keren!” begitu katanya.
“aduh jangan ramal yang kaya gitu deh ga ngerti gue..karir deh karir..”--walaupun senang tapi lebih baik semua pujian itu dihentikan sebelum saya mati lemas gara-gara salting
“karir apa??”--ekespresi wajahnya tidak mengerti
“karir gue lah..”
“karir apa ? kamu tidak punya karir”
“hah serius?”--saya kaget luar biasa
“kamunya yang tidak mau kok”
“ahh masa??”
“hidup untuk merasa hidup dan hidup untuk berkarya, great!”--ia melihat ke mata saya sambil tersenyum kagum-- *merinding ihh
“jadi gue ngga bakal sukses dong ?“
‘hahaha sukses selalu!”--dia tersenyum jahil
“serius nih gw!!”
“serius! Kamu tuh selalu sukses ngerjain apapun yang kamu suka”
“bohooong banget! selama ini ngga gitu tuh!”
“heheh coba pikir-pikir lagi deh!”--saya jadi berpikir keras
“ngga juga ah!”--saya keukeuh
“haha! ga juga..atau selama ini kamu sering terjebak sama hal-hal yang ngga kamu suka ?!”—nah! bengong deh saya
“umm ga tau deh”--saya jawab saja begitu
“emang ngga akan sukses kalo kamu ngga suka, kamu cuma perlu konsisten kok”
“ohh gitu..?!–-saya jawab basa basi saja
“Iya! jangan terlalu ngikutin orang lain..kamu tipe perancang dan pelaksana sekaligus..kamu seniman!”--begitu bunyi nasehatnya, bikin saya manggut-manggut, mulai tertarik lagi
“lagian kamu bisa bikin orang lain melakukan sesuatu kok”--dia menambahkan
“gila apa..?!”--kalau ini saya tidak percaya, saya pikir dia mengada-ada
“ngga percaya??”--dia menebak apa yang sedang saya pikirkan
“IYA!”—jawab saya tegas
“saya kan udah bilang kamu punya mata yang dalem”
“terus kenapa.?.”—masih tidak mengerti saya
“kebanyakan orang yang punya mata kaya gitu bisa memotivasi orang lain”
“Yah kali deh ya..”--saya jawab sekenanya karena tidak terlalu perduli, terlalu malas berdebat
“ jangan gitu..kamu harus tahu kelebihan kamu!”—wajahnya mulai serius lagi
“iya tapi ngga pingin juga jadi sombong”—saya berharap dia paham
“kamu nyadar ngga kalo kamu keras kepala?”—mendadak ia bertanya begitu
“haha nyadar!—jawab saya *hihi tahu dia rupanya
“kamu nyadar ngga kalo kamu termasuk orang yang berani?”
“umm mungkin..”—kalau ini saya kurang yakin
“kamu nyadar ngga kalo insting kamu kuat ?”—tambah nya
“umm..”--saya mikir sejenak, belum sempat jawab dia sudah bicara lagi
“Kamu punya mata yang menyerap dalam..keras kepala..pemberani.. insting kamu kuat. Itu semua modal sukses kamu. Tinggal konsisten dikit..jadi dehh..!!” --saya mencoba mencerna semua ucapannya, sebelum akhirnya dia ngoceh lagi
“kayanya semua orang terdekat kamu, sadar ngga sadar lagi nungguin kamu deh”
“haahhh..nungguin apa?”--saya bingung
“nunggu kamu berbuat sesuatu..”
“kenapa??”--saya jadi terkejut
“hehehe”—tapi dia cuma ketawa
“berbuat sesuatu apa?”--saya desak dia
“yaa apa aja...”--dia jawab santai
“kenapa mereka harus nunggu?”--saya masih tidak puas
“kan saya sudah bilang energi kamu itu menyenangkan..energi yang ngedatangin kepercayaan, makanya jangan kecewain merekalah”
“lo ngarang ya..?”--saya menuduh, karena sebetulnya saya medadak takut
“kenapa emangnya ? kalo orang lain percaya kamu bisa, kenapa kamu ngga?!”--dia malah bikin saya tersudut
“tapikan ngga enak kalo resikonya bikin orang lain kecewa!” saya berusaha menjelaskan
“itu dia! kamu keseringan ngga enak sama orang lain makanya kamu jadi sering ngerjain hal yang ngga kamu suka”
“aduuhhh..jadinya gimana dong?”--saya jadi bingung, ditambah khawatir
“pikir aja sendiri! kan saya bilang tadi kuncinya KONSISTEN”
“iya tapi ngebingungin! berasa ketuntut taukk!”—ucap saya manyun, merasa terbebani
“heyy! harusnya kamu bersyukur taukkk!!” dia menegur dengan nada tegas bikin saya terdiam, berpikir sejenak *betulkah begitu?!
“lo peramal ato ahli motivasional sih? hehehe..”--saya mencoba alihkan topik pembicaraan
“ha ha ha..dua-duanya”--jawabnya ringan
“oke deh! sekarang soal cinta dong..”—akhirnya saya menemukan topik menarik
“kamu masih pingin tahu soal itu..??”—dia malah balik nanya
“ya iyalah!”
“umm..”—ia menatap saya seperti sedang berpikir untuk mencari jawaban
“yaa ?”
“hehehe”--dia kasih saya senyum penuh arti, seperti biasa bikin saya penasaran
“apa??”
“sssttt”--dia menaruh telunjuknya didepan bibir memberi isyarat diam
“kenapa?”--saya tambah penasaran, dia kasih saya tatapan menggoda lalu menjawab “karena buat kamu urusan cinta ngga bakal nyenengin lagi kalau semuanya bisa kamu tebak..iyakan!” –begitu tebak nya
“ha ha ha”—tawa saya meledak
“dan kebanyakan ketebak yaa..hahaha”—dia menambahkan
“hahaha, iya!”--saya geli sendiri, dia jago nebak ternyata
“makanya kamu suka dituduh tukang ngegantungin anak orang yah..?!”
“huahahaha”--saya makin tidak kuat menahan tawa
“makanya hati-hati ”
“apa ?—kali ini tawa saya terhenti
“sama kebiasan kamu tuh..ngebangun chemistry tanpa sadar”
“heh??”--saya tidak mengerti
“yah pokoknya jangan jual pesona kalo ngga niat..nanti bingung sendiri nyleseinnya”—dia kasih saya nasehat sambil pasang muka sok serius
“apaa sih ngga ngerti? sapa yang jual pesona??
“aduh!! masa iya mesti bilang kalo kamu charming sih..”—dia bilang begitu sambil senyum-senyum
“huahaha lo juga charming”—jawab saya santai sambil senyum-senyum juga
“tuh kan..!baru juga dibilangin udah mulai ngegodain..”
“hueuheu..apaan? ini jujur loh!”—begitu sanggah saya, masih sambil senyum-senyum
“tuh kan..!
“hahaha..iya..iya..ampun!”
“tuh kan..!”
“huahahaha”—*damn dia lucu
“hehehe..percaya sama ramalan saya..?”
“ngga juga sih?”—jawab saya sambil pasang muka blagu
“hahaha..dasar”
“yah tapi seruu sih, gw promosiin deh nanti sama temen gw, siapa tahu lo diundang ke radionya buat ngeramal”
“tuh kan! jangan bilang abis ini kamu minta no tlp?!”
“huahahaha..”--curang dia
“nih!”--dia mengeluarkan kartu nama
“ihh siapa yang mau!!”--tolak saya, karena sudah keburu gengsi
“hahaha ya udah, kalo gitu saya yang minta..punya kartu nama?”—tanya nya sambil kasih senyum menggoda
“ngga punya..”—jawab saya singkat
“oke no hp deh..”—dengan santai dia mengeluarkan hp nya.
“emang peramal ga bisa ngeramal no telpon orang yak..?”--tanya saya nyepet
“ha ha ha..sayangnya ngga”--jawabnya sambil tertawa
“yahh rugi amat! ya udah deh ya..tuh temen gue dah slese, cabut dulu ya bye!”--saya pamit kemudian berjalan menuju kearah teman saya
“eh bentar..!”--dia memanggil berusaha menahan
“apa?!”—saya membalikkan badan
“saya belum tahu nama kamu..”--katanya, mengerutkan kening
“peramal juga ngga bisa ngeramal nama orang yah..?”--tanya saya
“hahaha ngga, gimana dong ?!”
“hi hi hi”--saya tertawa sambil menggangkat bahu *tanda tidak tahu sekaligus tak perduli. Melihat reaksi saya dia berkacak pinggang tapi tetap tertawa sambil manggut-manggut
"hehehe oke! sangat berharap kita ketemu lagi"
"hahaha kita lihat nanti"
"ya kita lihat nanti.."
Dia melambaikan tangan kami pun berpisah.